Kegiatan “Tuak Dalam Budaya Karo: Tradisi, Kearifan Lokal, atau Sekadar Minuman?” yang diselenggarakan di Laboratorium PPKn berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme dari para peserta. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC yang menyampaikan salam, memperkenalkan narasumber, serta memberikan pengarahan mengenai tujuan dan susunan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Memasuki sesi inti, narasumber menyampaikan materi melalui format podcast yang membahas keberadaan tuak dalam kehidupan dan budaya masyarakat Karo. Pembahasan tidak hanya melihat tuak sebagai minuman, tetapi juga mengkaji nilai-nilai budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang berkaitan dengan keberadaannya dalam masyarakat Karo. Peserta diajak untuk memahami bagaimana tuak memiliki makna tertentu dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan menarik perhatian peserta. Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta secara aktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, dan tanggapan mengenai kedudukan tuak dalam budaya Karo. Diskusi berlangsung cukup dinamis dengan adanya berbagai pandangan mengenai apakah tuak lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tradisi dan kearifan lokal atau hanya sebagai minuman dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, MC menyampaikan rangkuman singkat mengenai materi dan hasil diskusi serta ucapan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Kegiatan kemudian ditutup secara resmi dalam suasana yang tertib dan kondusif.
Secara keseluruhan, kegiatan “Tuak Dalam Budaya Karo” berjalan dengan baik sesuai dengan rangkaian kegiatan yang telah direncanakan. Para peserta menunjukkan antusiasme selama pemaparan materi maupun diskusi. Kegiatan ini menjadi wadah yang bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai budaya Karo, memahami nilai-nilai kearifan lokal, serta mendorong peserta untuk berpikir kritis dalam melihat suatu tradisi dari berbagai sudut pandang.